Kamis, 27 Desember 2018

THC DAN CBD MAMPU OBATI KANKER

BIARKAN GANJA MENGOBATIMU

Banyak penelitian yang menemukan bahwa cannabinoid yang terdapat di dalam ganja dapat memperlambat pertumbuhan kanker, menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang memberi makan tumor, dan membantu mengatasi nyeri, lelah, mual, dan berbagai efek samping lainnya.
Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa banyak sel kanker yang mati saat terkena paparan tetrahidrocannabinol (THC), yang merupakan zat psikoaktif di dalam ganja. Para ahli lainnya pun mengatakan bahwa cannabinoid yang terdapat di dalam ganja selain berfungsi untuk mengatasi gejala kanker seperti mual, nyeri, hilangnya nafsu makan, dan lelah juga memiliki sifat anti tumor.
Selain dapat membunuh sel kanker secara langsung, THC juga dapat mengurangi kemampuan penyebaran sel kanker. Keunggulan lainnya dari THC adalah bahwa THC mampu membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal.
Berbagai jenis kanker telah terbukti mengalami perbaikan setelah terpapar oleh THC, mulai dari kanker otak (glioma), kanker paru, kanker darah (leukemia), dan kanker payudara. Pada kanker otak, THC telah terbukti dapat membunuh sel kanker dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru, Pada kanker paru, THC telah terbukti dapat menghambat penyebaran kanker. Pada leukemia, THC menyebabkan terjadinya kematian sel kanker (apoptosis). Pada kanker payudara, THC telah terbukti dapat menghambat proliferasi, metastasis, dan pertumbuhan sel kanker.
Cannabinoid yang terdapat di dalam ganja dapat membunuh sel-sel kanker dan menghancurkan tumor ganas dengan mengganti fungsi gen ID-1 yang merupakan protein yang berperan penting sebagai konduktor sel kanker.
Gen ID-1 ini aktif selama perkembangan manusia saat embrio, yang kemudian berhenti bekerja. Pada beberapa kasus kanker payudara dan berbagai kanker metastatik lainnya, gen ID-1 ini kembali aktif dan menyebabkan pertumbuhan sel ganas.
Sekarang ini banyak peneliti yang sedang mencoba menggunakan THC dan cannabinoid sebagai terapi kombinasi dalam obat kemoterapi yang dapat membunuh sel kanker dan tidak ikut membunuh sel sehat, sehingga berbagai efek samping obat kemoterapi pun dapat berkurang
INI BUKAN SEKEDAR TEORI TETAPI FAKTA RISET MEDIS
Untuk info silahkan hubungi admin
Anda ahli medis..??? Silahkan buktikan.

OBAT KANKER SANGAT MUJARAB

OBAT KANKER PALING AMAN
Pengganti kemoterapi

Seorang perempuan dari Birmingham berbagi kisah kesembuhan dirinya berkat ganja. Dee Mani, sengaja memilih ganja yang telah dijadikan minyak untuk melawan kanker payudara yang idapnya.


Alih-alih melakukan kemoterapi, wanita berumur 44 tahun ini lebih memilih mengonsumsi minyak ganja, setelah membaca obat kanker alami di Internet. Alasan Deememilih melakukan pengobatan ini adalah karena rasa takut melakukan kemoterapi, menurutnya pengobatan kanker dengan kemoterapi justru akan menyebabkan meninggal dunia.
Melansir dari Natural News, Dee mengonsumsi satu kapsul sebelum tidur. Empat bulan setelah didiagnosis, kankernya berkurang secara signifikan. Dokternya memberitahu bahwa kankernya telah hilang di lima bulan, setelah dia mengonsumsi minyak ganja.
Dee Mani mengatakan, dia berencana untuk melanjutkan konsumsi obat itu selama hidupnya. Diklaim, bahwa obat itu bisa membantunya mengatasi masalah insomnia, alergi debu, dan nyeri punggung karena terpeleset. Selain itu, dia mengubah pola makan dan melakukan meditasi.







Pengobatan dengan ganja memang masih dianggap ilegal. Bahkan di Indonesia sendiri, manfaat ganja untuk penyembuhan masih menjadi perdebatan di berbagai pihak. Masih ingat dengan kasus yang menjerat Fidelis? Ia nekat menanam ganja di rumahnya untuk pengobatan istrinya yang mengidap syringomyelia. Fidelis menggunakan ekstak ganja untuk mengurangi rasa sakit istrinya, Yeni Riawati.
Selain Fidelis, seorang anak di Utah bernama Landon Riddle menolak makan dan muntah beberapa kali dalam sehari, setelah melakukan kemoterapi. Keluarganya pergi ke Colorado dan membeli ganja di sana. Dalam beberapa hari, muntahnya berkurang, nafsu makannya kembali, dan dia menunjukkan tanda-tanda penyembuhan dari kankernya.
Hal serupa juga dialami David Hibbit, dia memutuskan mengkonsumsi ganja usai pengobatan kanker kolon yang diidapnya tak berhasil. Sebelum memilih ganja, sebelumnya dia sempat melakukan pengobatan kemoterapi, radiasi dan pembedahan demi bisa menyembuhkan penyakitnya. Namun nahas, semua upaya yang dilakukannya gagal.
Meski telah terbukti bahwa ganja bisa menyembuhkan berbagai penyakit, namun sayangnya pengobatan tersebut masih belum diterima banyak orang. Nah, bagaimana menurutmu?
Kanker hanyalah konspirasi dunia. Silahkan cek di youtube tentang konspirasi kanker.
Untuk yang ingin sekedar konsultasi kanker dan ganja silahkan ke admin. Semoga ada sebuah solusi untuk yg menderita kanker.

Salam Damai selalu
Semoga Selalu dan dalam lindungannya
4.20

Rabu, 26 Desember 2018

SEJARAH GANJA MENGAPA ILEGAL

MENGAPA GANJA ILEGAL DAN DI MUSUHI

manusia paling bodoh adalah manusia yang paling malas untuk membaca.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Juga gembar-gembor pemerintah yang seolah memiliki dasar kuat menerapkan dogma bahwa pelarangan terkait bertujuan untuk melindungi masyarakat dari “bahaya” yang tidak pernah terbukti secara gamblang.
Tak ayal gembar-gembor banyak pihak anti-narkoba ini berhasil menyembunyikan fakta-fakta ganja di balik kemasan informasi yang disebarkan oleh konspirasi ber-agenda.
Sudah saatnya semua ketahui, bahwa fakta sesungguhnya ternyata memiliki gambaran cerita yang bertolak belakang. Fakta-fakta terkait agenda konspirasi dan unsur-unsur rasisme, ketakutan, perlindungan profit raksasa industri, “Yellow journalism, keserakahan serta karir perseorangan (pada masanya) dibalik pelarangan akan (sekali lagi) penulis ulas dalam beberapa paragraf berikut:
Semenjak manusia mulai mencatatkan segala sesuatu sebagai sejarah, ganja tidak hanya legal dalam status hukum, tetapi juga tingkat pemanfaatan yang sangat besar dalam hampir segala aspek menunjukkan betapa tumbuhan ini pernah sangat penting fungsinya dalam kehidupan.

Ganja sebagai tumbuhan multi-fungsi juga bukanlah temuan baru mengingat ribuan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dijuluki “anak kemaren sore”
Faktanya status ilegal ganjalah yang lebih pantas mendapat julukan “bau kencur”, mengingat presentasi kurun waktu pelarangan tidak sampai 1% dari total masa pemanfaatan yang sudah ribuan tahun.
Ganja secara utuh telah dimanfaatkan sejak lama untuk berbagai kebutuhan seperti kain sebagai sandang, tepung dan minyak untuk pangan, temali dan lainnya untuk industri, sampai pemanfaatan bunga untuk medis hingga kebutuhan spiritual keagamaan.
Sejarah juga menyatakan bahwa ganja adalah tumbuhan tertua yang manusia gunakan untuk kebutuhan sandang (setelah kulit hewan).
Fakta-fakta seperti ini dan informasi belakangan sedikit memberikan kebingungan publik setelah pada awal abad ke-16 Amerika memperkenalkan tumbuhan ini beserta himbauan untuk memanfaatkannya secara massal, dan kemudian menuai kontroversi perihal penggunaannya untuk rekreasional di awal abad 19.
Undang-undang awal yang mengatur hal-hal terkait ganja tercatat di Amerika pada tahun 1619.
Undang-undang tersebut terutama mengatur dan menghimbau para petaninya untuk serentak menanam ganja. Hukum terkait terus berkembang dalam periode 200 tahun setelah itu dan terkesan lebih mengharuskan penanaman besar-besaran.
Seperti tercatat pada tahun 1763-1767 di Virginia, siapapun bisa terkena hukuman pidana dan dipenjarakan untuk tidak menanam ganja. Ya, pernah sepenting itu tumbuhan ganja untuk sebuah peradaban, sampai pada akhirnya diawal abad 19 semua tentang ganja seolah terdiskriminasi.
Secara lebih terperinci, semua berawal ketika terbukanya celah di bidang pertanian, khususnya dibagian barat Amerika.
Ketika itu tercatat awal tahun 1900-an, ketika pecahnya revolusi Meksiko dan banyak masuknya warga Meksiko ke Amerika, yang secara tidak langsung menimbulkan perang dingin antara petani kecil dan penguasa ladang-ladang besar (yang tak lagi memakai jasa petani lokal dan mengganti mereka dengan buruh Meksiko berupah jauh lebih rendah).
Memanfaatkan kebiasaan buruh-buruh Meksiko dalam mengkonsumsi ganja sebagai bahan rekreasi, pihak-pihak berkepentingan pertama kali mengkambing-hitamkan ganja sebagai sesuatu yang buruk.
Hal ini kontan diikuti oleh pelarangan di beberapa kota di Amerika, seperti di Wyoming (1915), Texas (1919), Iowa, Nevada, Oregon, Washington, and Arkansas (1923), and Nebraska (1927).
Sebesar itu juga ternyata ketakutan para konspirator terhadap ganja sampai sering terdengar di tahun 1927 kata-kata seperti yang terucap dari senator Texas
“All Mexicans are crazy, and this stuff (ganja) is what makes them crazy”.
Di bagian timur Amerika, diskriminasi terhadap ganja pun kian terasa dengan nuansa yang berbeda. Masalah seolah dibuat-buat dan ditujukan kepada kombinasi “Latin Americans” dengan “black jazz musicians”.
Ganja dan musik jazz datang dari New Orleans ke Chicago, kemudian merambah ke Harlem dimana ganja menjadi bagian tak terpisahkan dengan hits-hits kulit hitam (Louis Armstrong “Muggles”, “That Funny Reefer Man” Cab calloways, Fats Waller Viper’s Drag).
Sekali lagi diskriminasi terhadap ganja sangat pekat tercium bersamaan dengan rasisme terhadap kulit hitam.
Seperti tertulis dalam sebuah koran tahun 1934:
“Marijuana influences Negroes to look at white people in the eye, step on white men’s shadows and look at a white woman twice”.Memanfaatkan kebiasaan buruh-buruh Meksiko dalam mengkonsumsi ganja sebagai bahan rekreasi, pihak-pihak berkepentingan pertama kali mengkambing-hitamkan ganja sebagai sesuatu yang buruk.
Hal ini kontan diikuti oleh pelarangan di beberapa kota di Amerika, seperti di Wyoming (1915), Texas (1919), Iowa, Nevada, Oregon, Washington, and Arkansas (1923), and Nebraska (1927).
Sebesar itu juga ternyata ketakutan para konspirator terhadap ganja sampai sering terdengar di tahun 1927 kata-kata seperti yang terucap dari senator Texas
“All Mexicans are crazy, and this stuff (ganja) is what makes them crazy”.
Di bagian timur Amerika, diskriminasi terhadap ganja pun kian terasa dengan nuansa yang berbeda. Masalah seolah dibuat-buat dan ditujukan kepada kombinasi “Latin Americans” dengan “black jazz musicians”.
Ganja dan musik jazz datang dari New Orleans ke Chicago, kemudian merambah ke Harlem dimana ganja menjadi bagian tak terpisahkan dengan hits-hits kulit hitam (Louis Armstrong “Muggles”, “That Funny Reefer Man” Cab calloways, Fats Waller Viper’s Drag).
Sekali lagi diskriminasi terhadap ganja sangat pekat tercium bersamaan dengan rasisme terhadap kulit hitam.
Seperti tertulis dalam sebuah koran tahun 1934:
“Marijuana influences Negroes to look at white people in the eye, step on white men’s shadows and look at a white woman twice”.

 Begitulah kurang lebih deretan peristiwa yang secara tidak langsung menjadi dasar pelarangan ganja di Amerika.
Setelah sebelumnya, tahun 1914 pemerintah federal Amerika meloloskan “The Harrison Act” undang-undang/tax untuk opium dan kokain.
Dalam Harrison Act ini, segala bentuk penggunaan opium dan kokain dikenakan tax untuk legalitas, sementara para pelanggar tax mendapatkan hukuman denda atau penjara.
Hingga akhirnya terlahir The Federal Bureau of Narcotics pada tahun 1930 dibawah kuasa Harry J. Anslinger. Disinilah, perang terhadap ganja resmi diawali.
Harry J. Anslinger, sosok picik penuh ambisi yang meng-otaki berdirinya divisi baru di bawah Department of Treasury, dan memanfaatkan badan federal ini sebagai peluang karir pribadi.
Sebuah badan pemerintah dengan kuasa penuh menangani segala bentuk narkotika, dan berwewenang menyuguhkan solusi atas segala masalah yang bisa ditetapkan seenaknya sendiri.
Tak membutuhkan waktu lama, Anslinger pun menyadari bahwa opium dan kokain saja tidaklah cukup dijadikan ajang mempercepat perkembangan badan yang dikepalainya, sehingga ganja merupakan bulan-bulanan tepat bagi Anslinger.
line up

“Segala upaya Harry J. Anslinger dicurahkan untuk secepat mungkin menjadikan ganja sebagai sesuatu yang lebih buruk dari opium dan memberikan gelar ilegal atasnya.”

line down
Tak lepas dari perhatiannya, fenomena rasisme dan kekerasan serta merta disangkut-pautkan dengan tumbuhan ini untuk mendapatkan perhatian bangsanya atas rekayasa-rekayasa yang dbuatnya sendiri.
Berikut beberapa rekayasa dalam kata karya Anslinger yang mencerminkan sangat besarnya kebencian dia dan sekutu-sekutunya (di artikel sebelumnya pernah dibahas hubungan dekat Anslinger dengan Hearst, Dupont, dan Melon) terhadap ganja:
  • “… the primary reason to outlaw marijuana is its effect on the degenerate races.”
  • “Marijuana is an addictive drug which produces in its users insanity, criminality, and death.”
  • “Reefer makes darkies think they’re as good as white man.”
  • “Marijuana leads to pacifism and communist brainwashing.”
  • “You smoke a joint and you’re likely to kill your brother.”
  • “Marijuana is the most violence-causing drug in the history of mankind.”
Ya, sebesar kebohongan-kebohongan itu pula kebencian Anslinger terhadap ganja yang tak henti-hentinya dia gembar-gemborkan.
Kampanye mengkambinghitamkan ganja oleh Anslinger ini serta merta mendapatkan segala dukungan yang diperllukan dari pihak-pihak yang tak kalah kuat dari FBN. Seperti salah satu bantuan yang datang dari William Randolf Hearst, penguasa media cetak saat itu. Hearst memiliki segudang alasan untuk membanatu Anslinger dalam kampenye anti ganjanya.
Pertama, dia sangat membenci orang-orang Meksiko. Kedua, membuat berita berisi kebohongan terkait warga meksiko dan ganja “The devil” sebagai sumber malapetaka membuat koran-korannya laris, dan membuatnya tetap kaya raya.
Utamanya, dia telah sejak lama berinvestasi besaar-besaran dalam kayu hutan untuk industri kertas dan media cetaknya, dan tidak ingin melihat perkembangan industri kertas dari serat ganja sebagai kompetitornya. Berikut beberapa contoh kebohongan medianya:
Dikutip dari San Fransisco Examiner:
line up
“Marihuana makes fiends of boys in thirty days — Hashish goads users to bloodlust. By the tons it is coming into this country — the deadly, dreadful poison that racks and tears not only the body, but the very heart and soul of every human being who once becomes a slave to it in any of its cruel and devastating forms…. Marihuana is a short cut to the insane asylum. Smoke marihuana cigarettes for a month and what was once your brain will be nothing but a storehouse of horrid specters. Hasheesh makes a murderer who kills for the love of killing out of the mildest mannered man who ever laughed at the idea that any habit could ever get him….”
line down
Dan satu lagi dari dari koran yang terbit secara nasional:
line up
“Users of marijuana become STIMULATED as they inhale the drug and are LIKELY TO DO ANYTHING. Most crimes of violence in this section, especially in country districts are laid to users of that drug. Was it marijuana, the new Mexican drug, that nerved the murderous arm of Clara Phillips when she hammered out her victim’s life in Los Angeles?… THREE-FOURTHS OF THE CRIMES of violence in this country today are committed by DOPE SLAVES — that is a matter of cold record.”
line down
Berita-berita miring tersebut tercetak tanpa bukti dan sumber yang kuat, dan senantiasa tercetak di halaman utama dalam periode yang lama.
Seolah membenarkan pribahasa “The more the merrier“, Anslinger dan Hearst juga serta merta mendapatkan dukungan dari pihak raksasa lain, kali ini datang dari rajanya industri kimia Dupont. Selain juga dukungan dari perusahaan-perusahaan farmasi yang tak kalah berkuasa.
Dupont, pada saat itu baru saja mempatenkan nylon, dan kerakusan membuat mereka menutup segala kemungkinan ganja menjadi saingan. Sama halnya dengan industri-industri farmasi, mereka tidak mau juga pasarnya menanam obat-obatan sendiri dan berhenti membeli produk mereka.
Akhirnya, semua konspirasi di atas berujung kerucut kepada akar semua pelarangan ganja yang berkedok “The Marijuana Tax Act of 1937“, yang telah secara terencana dipersiapkan oleh konspirasi Anslinger dan kawan-kawan.
Dari sini jugalah nama besar Ganja/Cannabis/Hemp seolah dilupakan dan ditiadakan, untuk sebuah julukan baru penuh cela Marijuana.
Segala bentuk pemanfaatan tumbuhan ganja (secara utuh) yang dulu pernah sangat disarankan seolah tak pernah terjadi di bawah kungkungan julukan barunya, marijuana. Sampai detik ini.
Hari-Hari Terakhir Ganja Bergelar Legal
Peristiwa besar apa kiranya yang membuat jangka waktu selama itu seolah tak pernah terjadi? Sejak kapan pula ganja menyandang status hukum ilegal?
Bersumber dari buku “The Emperor Wears No Clothes” karya mendiang Jack Herer, tertulislah tulisan rangkum berikut ini:
Berawal dari konspirasi raksasa-raksasa industri Amerika di akhir abad 19, gejala intimidasi terhadap ganja mulai tercium ketika Dupont(salah satu raksasa industri saat itu), memonopoli industri bahan peledak berbahan “Hemp Hurds” dengan cara membeli dan mengkonsolidasikan beberapa perusahaan kecil yang sedang berkembang. Usaha ini mereka lakukan setelah menyadari potensi ganja dan pasarnya, bahkan dalam industri dinamit.
Hasilnya, Dupont pun berjaya di industri ini dan menjadi perusahaan terbesar yang memasok 40% stock amunisi kepada sekutu-sekutunya saat perang dunia pertama.
Hal ini juga lantas mengisi berita di Popular Mechanics ’38 yang menyatakan “Thousands of tons of hemp hurds are used every year by one large powder company for the manufacture of dynamite and TNT.
Tidak berhenti di situ, pada akhir tahun 1920 Dupont melanjutkan konsolidasi ke arah pemerintah federal Amerika dan berhasil menguasai sebagian besar industri textile dalam negeri.
Berawal dari monopoli ini, para peneliti dan ahli kimia Dupont menemukan potensi kandungan selulosa ganja sesungguhnya jauh di atas pengetahuan umum sebelumnya.
Pada saat itu tidak ada yang lebih paham dari para peneliti Dupont, bahwa 77% bagian pohon ganja adalah sumber selulosa (bahan kertas, plastik, rayon) alami terbaik.
Tak heran jika pada pertengahan tahun 1930, ditemukannya teknologi mekanik baru pemisah serat ganja dan mesin pemisah selulosa dengan harga terjangkau oleh petani/industri kecil ganja membuat Dupont serta raksasa industri lainnya kebakaran jenggot.
Terlebih pada saat yang sama di tahun 1937, Dupont baru saja mematenkan proses produksi plastik berbahan minyak bumi dan batubara sebagai bisnis mereka. Juga industri sulfat kimia baru untuk memproses pembuatan kertas dari kayu hutan.
Kemajuan industri-industri kecil ganja ini sangat mungkin merugikan 80% bisnis kertas, plastik sintetis, dan minyak bumi raksasa-raksasa ini.
Bukan hanya Dupont yang merasakan pentingnya ganja dieliminasi dari lahan industri mereka, Andrew Mellon dari The Mellon Bank of Pittsburgh sebagai banker di belakang Dupont dan William Randolph Hearst dari Hearst Paper Manufacturingmerasakan ketakutan yang sama
Terlebih Randolph Hearst, yang sebenarnya menyadari ancaman dari ganja terhadap industri kertasnya lebih awal. Selain pabrik kertas dari kayu, Hearst, yang juga mengepalai perusahaan percetakan dan penerbit koran sudah melakukan intimidasi terhadap ganja sejak 1898.
Dimulai setelah ditemukannya 800.000 hektar ladang ganja di area hutan kayu miliknya di Meksiko. Nyaris 3 dekade setelahnya, Hearst menjadikan ganja sebagai kambing hitam di setiap halaman utama korannya.
Salah satu contohnya adalah, ketika Hearst mengklaim bahwa hampir seluruh kekerasan, perkosaan oleh kulit hitam terhadap kulit putih dilatarbelakangi oleh ganja.
Hasilnya, ratusan ribu kulit hitam dan orang-orang meksiko dipenjara karena isu ini.
Korannya jugalah yang mempopulerkan kata “Marijuana” sebagai kutukan terhadap ganja melalui pengulangan-pengulangan berjangka panjang di setiap halaman utamanya, sehingga berhasil menghapuskan kata “Hemp” dan nama ilmiah asli ganja “Cannabis“.
Berdasarkan ketakutan terhadap ancaman serupa inilah akhirnya diadakan pertemuan rahasia pertama oleh para “mandor” industri dan banker-bankernya tahun 1931 untuk menyatukan kekuatan melawan ganja, “The environmentally-sane natural source“. Pertemuan ini dihadiri oleh Dupont, Hearst, dan Andrew Mellon yang saat itu memiliki kuasa di pemerintahan federal (Secretary of The Treasury).
Hasil dari konsolidasi antara para raksasa ini adalah diangkatnya Harry J. Anslinger (keponakan ipar Andrew Mellon) sebagai kepala Federal Bureau of Narcotic and Dangerous Drug (FBNDD) yang pada saat itu mendadak dibentuk.
Semenjak saat itu sampai 1937, banyak pertemuan rahasia dilakukan terkait rancangan undang-undang untuk ganja, sampai akhirnya “Marijuana Tax Act” diresmikan pemerintah Amerika pada tanggal 2 Agustus 1937.
Dalam masa jabatannya ini (31 tahun), Anslinger sangat gencar menyebarkan propaganda buruk tentang ganja atas nama marijuana (Harry Anslinger’s Personal Gore Files).
Banyak pihak-pihak independent seperti ilmuan-ilmuan universitas membantah tudingan-tudingan buruk anslinger yang tidak beralasan.
Alhasil, undang-undang baru yang melarang segala penelitian tentang ganja (tanpa seijin pribadi Anslinger) dikeluarkan sebagai reaksi sangkala-sangkalan itu.
Semakin dalam terkubur sejak saat itu nama Cannabis atau Hemp dibawah julukan barunya yang penuh cemar, Marijuana.
Dan terus berlanjut hingga kini sandangan hukum ganja semenjak diberlakukannya Marijuana Tax Act 1937.
Begitulah kiranya rangkuman hari-hari terakhir ganja bergelar LEGAL… lalu menjadi ILLEGAL.
Untuk bacaan selengkapnya, silakan dibaca di The Emperor Wears No Clothes chapter ke-4, halaman 25-39 dan juga mengenai Marijuana Tax Acthttp://en.wikipedia.org/wiki/Marihuana_Tax_Act_of_1937
* Awalnya, Marijuana Tax Act ini tidak sepenuhnya mengilegalkan, dengan mengenakan pajak U$.1 per ounce, dan U$.100 per ounce jika pemiliknya tidak teregistrasi. Faktanya, banyak penyelewengan hukum yang seringkali menyebabkan hukuman penjara sampai 5 tahun atau denda yang berlipat-lipat hingga U$.2000. Lalu apa bedanya dengan sekarang?
Legalisasi Ganja Bisa Untuk Eksperimen Kualitas Kesehatan
Selama ini di berbagai negara terjadi perdebatan mengenai legalisasi ganja. Banyak kekhawatiran tentang efek negatif ganja, tapi di sisi lain banyak yang menyatakan ganja baik bagi kesehatan.
Para ahli mengatakan, ada beberapa dampak negatif saat ganja digunakan untuk kesenangan atau non-medis. Namun kekhawatiran itu dianggap tak memiliki cukup bukti.
Terlepas dari segala macam perdebatan, para ahli menilai legalisasi ganja di Colorado dan Washington di Amerika Serikat bisa digunakan untuk eksperimen mengenai kualitas kesehatan masyarakat. Dengan demikian para peneliti bisa mengumpulkan informasi akan kerugian atau manfaat dari diberlakukannya legalisasi ganja di AS.
Pada bulan Januari 2014, undang-undang legalisasi ganja itu sudah disahkan di dua negara bagian tersebut. Dengan aturan ini, orang dewasa berusia di atas 21 tahun bisa memiliki dan membeli ganja seberat 1 ons untuk kesenangan atau fungsi non-medis.
Sebenarnya, hingga sekarang belum banyak penelitian dari topik kerugian atau manfaat dari legalisasi ganja. Bahkan ini berlaku juga di negara-negara yang sudah melegalkan ganja.
“Ini adalah pertanyaan empiris, dan akhirnya kita akan memiliki data untuk menilai itu,” kata Rosalie Liccardo Pacula, Wakil Direktur Research Center Drug Policy, di RAND Corporation, dilansir dari Livescience.
Menurut Pacula, legalisasi ganja berpotensi memiliki dampak negatif. Ganja disebut Pacula bisa merusak memori, koordinasi, dan persepsi, dan dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi. Ini tentu membahayakan keselamatan publik.
Beberapa studi juga telah mengungkap, mengemudi setelah beberapa jam menggunakan ganja berpotensi menyebabkan kecelakaan hingga dua kali lipat.
Penelitian ini dilakukan oleh Guosha Li, epidemiologist di Columbia University Mailman School of Public Health, yang melakukan penelitian penggunaan ganja saat mengemudi.
Penggunaan ganja dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko kerusakan mental. Baru-baru ini ada studi yang menemukan hubungan antara penggunaan ganja di masa remaja, akan berdampak terhadap IQ yang rendah di masa depan.
Meski begitu, banyak juga ilmuwan yang mengatakan ganja memiliki dampak positif bagi kesehatan. Itu sebabnya ganja masih bisa digunakan untuk kepentingan medis di sejumlah negara atau negara bagian yang belum lakukan legalisasi ganja.
Misalnya saja, mengutip laman Bussiness Insider, psikiater Tod H Mikuriya telah berikan rekomendasi kepada pasiennya untuk terapi menggunakan ganja sejak tahun 1960an.
Menurut Mikuriya, lebih dari 200 penyakit bisa diatasi dengan terapi ganja. Di antaranya dalah insomnia, gagap, dan premenstrual syndrome (PMS) bahkan penyakit kankerMenurut Pacula, legalisasi ganja berpotensi memiliki dampak negatif. Ganja disebut Pacula bisa merusak memori, koordinasi, dan persepsi, dan dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi. Ini tentu membahayakan keselamatan publik.
Beberapa studi juga telah mengungkap, mengemudi setelah beberapa jam menggunakan ganja berpotensi menyebabkan kecelakaan hingga dua kali lipat.
Penelitian ini dilakukan oleh Guosha Li, epidemiologist di Columbia University Mailman School of Public Health, yang melakukan penelitian penggunaan ganja saat mengemudi.
Penggunaan ganja dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko kerusakan mental. Baru-baru ini ada studi yang menemukan hubungan antara penggunaan ganja di masa remaja, akan berdampak terhadap IQ yang rendah di masa depan.
Meski begitu, banyak juga ilmuwan yang mengatakan ganja memiliki dampak positif bagi kesehatan. Itu sebabnya ganja masih bisa digunakan untuk kepentingan medis di sejumlah negara atau negara bagian yang belum lakukan legalisasi ganja
Misalnya saja, mengutip laman Bussiness Insider, psikiater Tod H Mikuriya telah berikan rekomendasi kepada pasiennya untuk terapi menggunakan ganja sejak tahun 1960an.

Bahkan National Cancer Institute sependapat dengan Mikuriya. Lembaga itu mengatakan ganja bisa digunakan untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, mencegah nausea (mual) dan muntah, meningkatkan nafsu makan, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas tidur.

Bussiness Insider pun menyebut manfaat lain ganja bagi kesehatan. Di antaranya adalah mencegah kebutaan akibat glukoma, mengendalikan penyakit epilepsi, dan mengurangi rasa cemas berlebihan. Adapun zat kimia cannabidiol di ganja dianggap bisa mencegah penyebaran kanker, dan zat aktif THC bisa mengurangi dampak penyakit Alzheimer.

Variabel Lain

Menurut Pacula berbagai studi yang mempelajari efek negatif dari ganja itu dilakukan pada populasi tertentu. Obyek penelitian seringkali merupakan orang-orang yang cenderung menggunakan obat-obat terlarang, dan bukan populasi secara keseluruhan.


Ia menambahkan, efek yang dihasilkan pada kesehatan masyarakat tergantung seberapa sering menggunakan ganja

Faktor lain yang patut dipertimbangkan untuk jadi variabel penelitian adalah penggunaan yang dilakukan secara bersamaan dengan alkohol (yang berpotensi meningkatkan kerusakan), potensi obat-obatan terlarang lain, dan jumlah remaja yang menggunakan.

Pacula pun beralasan, sangat masuk akal jika UU legalisasi ganja akan meningkatkan penggunaan ganja oleh remaja, meski belum jelas seberapa besar peningkatan itu.

Legalisasi ganja juga dapat memiliki dampak jatuhnya harga obat-obatan terlarang. Ini tentu berpotensi meningkatkan penggunaan obat-obatan terlarang, terutama di kalangan remaja.

Variabel lain yang belum diketahui adalah potensi obat-obatan terlarang lain untuk digunakan dalam fungsi non-medis. Potensi ini dapat bermacam-macam, dan potensi yang paling berbahaya adalah kerusakan mental.

“Ketika kita memiliki banyak pengetahuan tentang itu, maka akan bisa diketahui apakah tingkat kesehatan masyarakat itu akan bertambah baik atau makin berkurang,” ucap Pacula. (adi/vivanews)

Ganja Untuk Pengobatan Telah Legal di 18 Negara Bagian di Amerika Serikat, Termasuk Washington DC dan Colorado


Kepemilikan mariyuana akan dilegalkan di negara bagian Washington, satu bulan setelah para pemilih mengambil opsi tersebut.

Mulai Kamis (6/12/2012) tengah malam waktu Pantai Barat AS (15.00 WIB), siapa saja yang berusia 21 tahun ke atas dapat membawa hingga 28,4 gram kanabis, meskipun menghisapnya di muka umum tetap merupakan pelanggaran kejahatan.

Ganja sudah dinyatakan legal untuk keperluan medis di negara itu sejak 1998.

Washington dan Colorado memilih untuk melegalkan mariyuana, meski hukum federal AS tetap menyatakan hal itu sebagai kejahatan. Namun, tidak ada tempat untuk membeli mariyuana di negara bagian itu selama satu tahun.


Hingga saat ini juga masih belum jelas bagaimana aparat akan menangani liberalisasi UU Narkotika di Washington dan Colorado.

Meski hukum AS secara keseluruhan masih melarang penggunaan ganja, banyak yang menggelar pesta ganja.

Ratusan orang berkumpul pada tengah malam di Space Needle, menara futuristik yang mendominasi langit malam. Mereka merayakan ‘kemerdekaan’ baru ini.

“Akhirnya anda bisa merokok ganja tanpa berpikir hal tersebut tindakan kriminal. Tak ada bedanya seperti minum bir, tak lagi dikatakan berbahaya,” ujar seorang perokok ganja, Calvin Lee.

Hal ini menyusul referendum pada 6 November lalu untuk melegalkan konsumsi ganja pribadi untuk tujuan rekreasi.

Federal


Setiap keputusan untuk menyerang negara bagian dengan hukum narkotika liberal dapat mempengaruhi rencana Washington untuk menaikkan pendapatan pajak dari pasar mariyuana yang berlisensi dan terkontrol. “Kami berada di lautan bebas,” kata Jaksa Wilayah Seattle City Pete Holmes dalam sebuah konferensi pers, Rabu


“Kami berjuang dengan larangan ini selama satu abad,” kata Holmes menurut Seattle Post-Intelligencer.

“Akan butuh waktu untuk menggantikan sistem yang teratur dan berlisensi.”

Pendukung undang-undang Washington bersikeras mereka tidak menyarankan atau mensyaratkan siapa pun untuk melanggar hukum federal.

Namun, seorang jaksa federal regional di negara bagian itu, Jenny Durkan, mengatakan pada Post-Intelligencer bahwa “menanam, menjual, atau memiliki mariyuana dalam jumlah berapa pun tetap ilegal di bawah hukum federal,” tanpa mempedulikan hukum negara bagian apa yang diterapkan di Washington.

Mariyuana masih berada di kategori sama dengan kokain, heroin, dan methamphetamine, kata Durkan, yang menambahkan bahwa hanya Kongres yang dapat mengubah peruntukannya. (BBC Indonesia / Egidius Patnistik / Kompas)

Pemerintah Uruguay Mulai Jualan Ganja

Para penghisap ganja di Uruguay sekarang tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi menghisap ganja. Pasalnya, pemerintah negara itu telah melegalkan ganja dan bahkan memproduksinya untuk dikonsumsi rakyatnya pada bulan Oktober 2012 lalu.


Diberitakan Daily Mail,  pemerintah Uruguay akan memasok ganja untuk para pengguna dan hal ini diatur dalam hukum negara tersebut.

Dalam peraturan baru, ganja akan diatur peredarannya dan dibatasi penggunaannya oleh pemerintah. Untuk setiap paketnya seberat 40 gram, atau bisa dibuat 20 batang rokok ganja, Uruguay mematok harga sekitar Rp.332 ribu.

Para pembeli hanya boleh membeli satu paket setiap bulannya. Mereka akan ditandai dengan kartu barcode yang akan diserahkan setiap membeli. Jadi setiap bulan, rakyat boleh membeli maksimal 20 batang ganja.


Untuk memenuhi permintaan para pemadat, pemerintahan Presiden Uruguay Jose Mujica juga berencana menggarap perkebunan ganja seluas 150 hektar. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan standar kualitas agar ganja yang dijual tidak murahan. (vivanews / Daily Mail / dan berbagai sumber luar dan dalam negeri).

GANJA MEDIS UNTUK PENGOBATAN

ILMU MEDIS GANJA DARI ISLAM


Add Friend
Pemakaian ganja sebagai pengobatan menyebar ke Eropa dan bahkan ke Amerika Selatan dari negeri Arab. Bangsa Arab adalah yang memperkenalkan benua Eropa pertama kali dengan salah satu penemuan terpenting umat manusia, yaitu kertas (kebetulan bahan bakunya adalah serat batang ganja). Bangsa Arab juga menjadi perantara penyebaran ilmu-ilmu kuno dari zaman keemasan Yunani dan Romawi, salah satunya adalah ilmu medis atau pengobatan. Dalam hal ini bangsa Arab memiliki kumpulan pengetahuan khasiat pengobatan tanaman ganja yang terbanyak di seluruh dunia sebelum abad ke-20. 
Berikut ini adalah daftar beberapa ahli pengobatan yang tercatat dalam literatur pernah menyebutkan mengenai khasiat obat dari ganja :
>>Ibn Masawayh (857 M) & Ishaq b. Sulayman (abad ke-10) - Minyak biji ganja untuk menyembuhkan sakit di telinga.
>>Ibn al-Baytar (1291) - Minyak biji ganja untuk menyembuhkan gas ('rih') pada telinga.
>>Al-Antaki (abad ke-16) - minyak biji ganja dapat membunuh cacing dalam telinga & mengeluarkan benda-benda asing dan kotoran.
>>Al-Dima (abad ke-9) - Ganja untuk obat cacing perut.
>>Al-Firuzabadi (abad ke-14 - 15) - Obat cacing kremi / habb al-qar'.
>>Sabur ibn Sahl (abad ke-9) - Menghilangkan rasa sakit kronis, sakit kepala, migrain, mencegah keguguran, gagal melahirkan, mengurangi sakit pada rahim, & menjaga bayi tetap pada abdomen ibunya (kitab "Al-Aqrabadhin Al-Saghir").
>>Ibn Wafid al-Lajmi (abad ke-11) - Biji ganja untuk menambah produksi air susu ibu & menyembuhkan sakit amenorrhea.
>>Avicenna/Ibnu Sinna (abad ke-10) - daun dan biji ganja u/ mengobati & mengeluarkan gas dari perut.
>>Al-Biruni (abad ke-12) - Menyembuhkan rasa sakit kronis.
>>Al-Masi (1877) - Daun ganja untuk mengeluarkan gas dari rahim, usus & lambung.
>>Al-Mayusi (1877) - Daun ganja untuk menghilangkan dahak dari perut.
>>Ibn Habal (1362) - Biji ganja untuk mengeluarkan cairan empedu dan dahak.
>>Ibn al-Baytar (1291) - Ganja untuk melancarkan buang air kecil.
>>Ishaq b. Sulayman (1986) - Ganja bisa menghangatkan badan.
>>Jabir ibn Hayyan (abad ke-8) - Ganja memiliki sifat psikoaktif (kitab al-Sumum).
>>Umar Ibn Yusuf ibn Rasul (abad ke-13) - Ganja sebagai obat sakit kepala.
>>Ibn al-Baytar (1291 AH) - Minyak biji ganja untuk mengurangi sakit syaraf.
>>Al-Qazwini (1849) - Jusa ganja ntuk mengurangi rasa sakit pada peradangan bola mata.
>>Tibbnama (1712) - Tumbukan batang dan daun ganja untuk mengobati wasir.
>>Al-Masi (abad ke-10) - Ganja untuk pengobatan epilepsi.
>>Al-Badri (1464) - Ganja untuk mengobati epilepsi.
>>Abu Mansur ibn Muwaffak (abad ke-10) - Ganja untuk mengobati sakit kepala (Kitab al-abniya 'an haqa'iq al-adwiya).
>>Avicenna (1294) - Jus dari daun ganja untuk obat panu di kulit.
>>Al-Razi - Jus daun ganja untuk merangsang pertumbuhan rambut.
>>Ibn Buklari (abad ke-11) - Jus daun ganja untuk menyembuhkan abses (tumor) di kepala.
>>Muhammad Riza Shirwani (abad ke-17) - Minyak biji ganja untuk mengoati tumor pada rahim.
Berbagai catatan dari ahli-ahli pengobatan Arab ini masih mencengangkan dunia medis modern. Mengherankan karena banyak di antara khasiat ganja yang disebutkan di atas bahkan belum dikonfirmasi atau dibuktikan oleh ilmu pengetahuan medis saat ini, namun sudah dibuktikan dan dipercaya kemanjurannya oleh ilmuwan-ilmuwan dari Arab.
Salam Damai Selalu
Dont forget Smile

Ganja HALAL atau HARAM dalam agama

”ASAP GANJA HALAL DIKONSUMSI?”




bismillah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ”Katakanlah: ”Terangkanlah kepadaku tentang rezki yg diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal”. Katakanlah: ”Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada- adakan saja terhadap Allah?” [QS. Yunus (10) : 59]. Allah juga berfirman: ”Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yg disebut- sebut oleh lidahmu secara dusta ”ini halal dan ini haram”, untuk mengada- adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang- orang yg mengada- adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.”

Betulkah Daun Ganja Kering Memabukkan?
1. Segala yg memabukkan (yakni khomer) adalah buatan manusia (yakni tidak alami). Dalilnya: Allah ta’ala berfirman: ”Dan dari buah kurma dan anggur kamu buat minuman yg memabukkan.” (An-Nahl: 67). Sedangkan daun ganja kering bukanlah buatan manusia, melainkan tumbuh2an alami. Hal ini membuktikan bahwa daun ganja kering bukanlah khomer (zat yg memabukkan). Jika diantara tumbuh2an ada yg bisa memabukkan (yakni sejenis khomer), pastilah sudah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Namun nyatanya tiada satupun dalil dari al-Qur’an dan Hadits shohih yg mengharamkan tumbuh2an. Allah ta’ala berfirman: ”Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh- tumbuhan yang baik?” [QS. Asy-Syu’ara (26) : 7].
1. Arti mabuk menurut syariat adalah ”bentuk kenikmatan yg disertai dengan hilangnya fungsi akal. Padahal dengan akal itu manusia bisa menalar dan memahami perkataan.” Allah ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian shalat, sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti yang kalian ucapkan.” [QS. An-Nisa’ [4] : 43]. Mabuk dianggap berhenti jika orang yang mabuk sudah mengetahui dan menyadari apa yang dikatakannya. Selagi belum mengetahui perkataannya sendiri, berarti dia masih dalam keadaan mabuk. Jika dia sudah mengetahui apa yang dia katakan, berarti dia keluar dari hukum mabuk. Inilah batasan mabuk menurut pendapat jumhur ulama. Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya, “Dengan tanda apa seseorang diketahui dia sedang mabuk”. Imam Ahmad menjawab, “Yaitu jika dia tiak bisa membedakan antara bajunya sendiri dan baju orang lain, tidak bisa membedakan antara terompahnya sendiri dengan terompah orang lain,” ujarnya.
Sedangkan daun ganja -jika dikonsumsi secara berlebihan- bukanlah bentuk kenikmatan, karena pelakunya akan dibuat pusing, sebagaimana pusingnya orang yg mengkonsumsi air putih secara berlebihan. Namun walau dalam keadaan pusing, dirinya masih bisa memahami perkataan orang lain. Dirinya masih bisa membedakan antara bajunya sendiri dan baju orang lain, masih bisa membedakan antara terompahnya sendiri dengan terompah orang lain. Hal ini membuktikan bahwa daun ganja kering dan air putih tidaklah memabukkan, sehingga tidak termasuk jenis khomer. II. Betulkah Daun Ganja Kering Menimbulkan Mudhorot Yg Lebih Besar Bagi Penggunanya?
1. Mudhorot bagi orang yg minum khomer adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian antar sesama, dan melalaikan seorang mukmin dari mengingat Allah (dzikrullah) dan sholat. Allah ta’ala berfirman: ”Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [QS: Al-Maidah Ayat: 91]. Sedangkan berdasarkan pengalaman kami -jama’ah yg sudah istiqomah mendirikan sholat lima waktu-, efek dari asap ganja malah sebaliknya, yaitu malah menimbulkan perdamaian dan persahabatan antar sesama, dan tidak melalaikan kami dari mengingat Allah dan sholat. Malahan setelah pakai ganja, kami semakin lebih fokus ketika sedang mentafakuri dan mentadaburi ayat2 Allah. Hal ini membuktikan bahwa asap ganja tidaklah menimbulkan mudhorot yg lebih besar bagi seorang mukmin.
2. Mudhorot bagi para peminum khomer adalah dapat mengakibatkan kematian dan terganggunya kesehatan. a. Tuduhan bahwa ganja dapat merusak sel saraf tidak terbukti secara ilmiah. Dalam buku Hikayat Pohon Ganja terbitan Gramedia tahun 2011 disebutkan: ”Sebuah artikel yg berjudul ”The Brain’s Own Marijuana” pada majalah Scientific American, Inc yg ditulis oleh Nicoll dan Alger pada th. 2004 mengungkapkan sebuah temuan yg luar biasa dari berbagai dimensi. Artikel ini menyebutkan kalau ternyata otak manusia memproduksi zat yg berfungsi sama persis dengan THC, zat psikoaktif utama yg dikandung oleh ganja.” (Hal. 189).
”Klaim bahwa ganja menghancurkan sel-sel otak didasarkan pada laporan- laporan spekulatif setengah abad lalu yg tidak pernah didukung oleh satupun studi ilmiah.” (Zimmer dan Morgan, 1997). Bertentangan dengan PROPAGANDA ANTI GANJA yg menyatakan ganja mematikan sel-sel saraf dan merusak otak secara permanen, beberapa penelitian modern justru menemukan bahwa ”cannabinoid” memiliki efek melindungi sel-sel saraf. Studi ilmiah menunjukkan bahwa senyawa cannabinoid dalam ganja melindungi saraf dengan menghambat proses molekular berupa oxidative stress (tekanan oksidasi) dan glutamate excitoxicity (eksitoksisitas glutamat).” (Hal. 220).
Penelitian ilmiah terbaru yg dipimpin oleh Xia Zhang dari Departemen Psikiatri, University of Saskatchewan di Saskatoon dan dipublikasikan tahun 2005, menunjukkan bahwa senyawa- senyawa cannabinoid adalah satu-satunya zat yg justru merangsang neurogenesis pada hipokampus bila diberikan pada dosis tinggi. Salah satu bagian dari hipokampus, tepatnya hippocampal dentate gyrus pada otak mamalia dewasa, mengandung sel NS/PCs yg memiliki kemampuan menghasilkan sel saraf baru lewat proses neurogenesis. Zhang juga menyatakan bahwa kemampuan ganja untuk meningkatkan produksi sel-sel saraf baru berhubungan dengan efek mengurangi kecemasan dan efek antidepresi.” (Hal. 222). [Sumber: Buku Hikayat Pohon Ganja, LGN, Terbitan Gramedia th. 2011].
Tuduhan bahwa ganja bisa menimbulkan ketergantungan fisik (adiksi) tidak terbukti: ”Pemakaian kronis atau periodik dari ganja atau zat dari ganja menghasilkan ketergantungan PSIKOLOGIS karena efek SUBJEKTIF yg diinginkan, tetapi TIDAK KETERGANTUNGAN FISIK; tidak ada sindrom putus zat ketika obat ini dihentikan. Ganja dapat digunakan secara episodik secara terus menerus tanpa bukti akan munculnya disfungsi sosial atau psikis. Bagi banyak pemakai, istilah ketergantungan dengan konotasinya yg jelas, kemungkinan telah salah diberikan … Pertentangan utama mengenai obat ini bersandar pada moral dan politik, dan bukan atas dasar toksikologis (ilmu tentang racun).” [Merck Manual of Diagnosis and Therapy, 1987]. [Sumber: Buku Hikayat Pohon Ganja, LGN, hal. 230-231, Terbitan Gramedia th. 2011].
Mengkonsumsi kentang, garam dapur dan vitamin C secara berlebihan jauh lebih berbahaya dibandingkan ganja. ”Dalam pengertian medis yg terukur, mariyuana jauh lebih aman dari kebanyakan makanan yg kita konsumsi. Sebagai contoh, memakan sepuluh kentang mentah bisa meracuni badan. Sebagai perbandingan, adalah mustahil secara fisik untuk memakan mariyuana dalam jumlah yg bisa menyebabkan kematian. Mariyuana, dalam bentuk alamiahnya, adalah salah satu zat terapeutik paling aman yg diketahui manusia. Dengan langkah analisis yg rasional, mariyuana aman digunakan dengan pengawasan medis yg rutin.” (Francis Young, ”Opinion and Recommended Ruling, Finding of Fact, Conclusions of Law and Decision of Administrative Law Judge”, Drug Enforcement Administration (DEA) 6 September 1988). Dosis obat2an biasanya menggunakan ukuran LD-50 (Lethal Dose 50) oleh lembaga yg mengawasi dan mengesahkan peredarannya. LD-50 adalah ukuran yg menunjukkan berapa banyak dosis obat2an tersebut dapat menyebabkan kematian terhadap 50% dari hewan percobaan. Sampai saat ini ukuran LD-50 yg diberikan ilmuwan kepada ganja adalah sekitar 1:40.000; Nikotin 1:50; Garam dapur 1:3.000; Aspirin 1:20; Valium 1:10; dan Vitamin C 1:11.900. [Sumber: Hikayat Pohon Ganja, hal. 195-196].
Berdasarkan penelitian di atas, terbukti bahwa ganja tidak menimbulkan mudhorot yg lebih besar bagi para penggunanya. Belum pernah ada kasus orang yg meninggal lantaran overdosis ganja.
KESIMPULAN: Bahwa yang menjadi illah (alasan) pengharaman daun ganja kering adalah karena memabukkan dan menimbulkan mudhorot yg lebih besar. Jika alasan ini hilang, maka pengharamannya pun hilang. Ini sesuai dengan kaedah ushul fiqh :
ﻳﺪﻭﺭ ﻣﻊ ﻋﻠﺘﻪ ﻭﺟﻮﺩﺍ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﻋﺪﻣﺎ
“ Suatu hukum itu akan mengikuti keberadaan illah (alasan)nya,‎ kalau illahnya ada, maka hukum itu ada,‎ jika illah tidak ada maka hukumnyapun tidak ada.“ Oleh karena itu ganja hukumnya kembali menjadi halal,‎ karena terbukti tidak memabukkan dan tidak menimbulkan mudhorot yg lebih besar bagi penggunanya.
Wallohu a’lam bishshowab.
Salam Damai selalu

JUAL CBD OIL / CANNABIS OIL DI INDONESIA

GANJA MEDIS INDONESIA Jual Cannabis Oil Homemade         Rp 1.450.000 Jual Cannabis Oil Tinctur Jual CBD Oil Malaya Hemp Rp 1...